ternyata masalah percintaan tidak jauh beda dengan masalah ekonomi. jika dalam ekonomi ada istilah BEP atau break even period, pada masalah percintaan juga ada BEP atau (break even percintaan). jadi pada intinya baik dalam urusan ekonomi atau percintaan jangan ada ruginya.
jangan seperti salah satu teman saya, panggil saja si bunga. tapi bukan bunga bank kaya yang ada diekonomi loh.. urusan cintanya tidak mengalami BEP, mereka pdkt nya 2 bulan, tapi pacarannya cuma 2 minggu. itu ga BEP kan?? atau bisa dibilang rugi. ya minimal lu harus pacaran 2 bulan supaya BEP.
cerita lainnya, ada yang sudah pacaran selama 2 tahun, berarti sudah ngelewatin BEP nya tuh, berarti sekarang tinggal nunggu PBP (pay back percintaan) nya saja. nah... supaya tau apakah selama pacaran dengan si dia itu kita mengalami kerugian atau keuntunggan.. ya tinggal hitung aja NPV dan IRR nya..
misalnya buat hitung NPV dalam kasus asmara ini, hal yang harus kita hitung adalah selama pacaran dengan si dia, sudah seberapa banyak yang kita keluarkan buat dia, atau cost nya. kita juga harus hitung benefit yang kita dapat selama pacaran dengan dia. setelah di hitung, jika ternyata hasil NPV ini lebih besar dari 1, berarti hubungan itu bisa berlanjut, tapi klo kurang dari 1, mendingan putus aja dehhh.. buat apa pacaran klo bikin kita rugi. iya ga ?
ok selamat menghitung BEP, PBP, NPV dalam percintaan kalian yoo guys.. ^^
Nurmelia
Sabtu, 17 Desember 2011
Perbedaan PBP dan BEP
Apa sih perbedaan PBP dan BEP.....??????
Payback Periode menunjukkan berapa lama suatu investasi akan bisa kembali. Payback periode menunjukkan perbandingan antara “initial investment” dengan aliran kas tahunan, dengan rumus umum sebagai berikut :
Payback period = Nilai Investasi / Proceed
Apabila payback periode kurang dari suatu periode yang telah ditentukan, proyek tersebut diterima, apabila tidak proyek tersebut ditolak. Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan nilai investasi melalui penerimaan – penerimaan yang dihasilkan oleh proyek investasi tersebut juga untuk mengukur kecepatan kembalinya dana investasi.
Fungsi PBP adalah :
1) Digunakan untuk mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi dengan resiko yang besar dan sulit.
2) Dapat digunakan untuk menilai dua proyek investasi yang mempunyai rate of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasiyang jangka waktu pengembaliannya cepat.
Break Even point atau BEP adalah suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit.
Rumus Analisis Break Even :
BEP = Total Fixed Cost / (Harga perunit - Variabel Cost Perunit)
Keterangan :
- Fixed cost : biaya tetap yang nilainya cenderung stabil tanpa dipengaruhi unit yang diproduksi.
- Variable cost : biaya variabel yang besar nilainya tergantung pada benyak sedikit jumlah barang yang diproduksi.
- Fixed cost : biaya tetap yang nilainya cenderung stabil tanpa dipengaruhi unit yang diproduksi.
- Variable cost : biaya variabel yang besar nilainya tergantung pada benyak sedikit jumlah barang yang diproduksi.
Fungsi BEP adalah :
1. alat perencanaan untuk hasilkan laba
2. Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.
3. Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan
4 . Mengganti system laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti
Sabtu, 19 November 2011
Perbedaan NPV dengan BEP
Perbedaan NPV dengan BEP....
NPV merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon dengan social opportuity cost of capital sebagai diskon faktor, atau dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskonkan pada saat ini. Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan biaya pemiliharaanserta periraan manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan. Sedangkan BEP atau titik impas merupakan suatu kondisi dimana besarnya total pendapatan sama dengan total pengeluaran, total pendapatan sama dengan harga dan jumlah produk yang sudah dihasilkan, dan saat total pengeluaran sama dengan biaya tetap.
Dari pengertian-pengertian diatas kita dapat mengetahui bahwa perbedaan NPV dan BEP adalah bahwa pada NVP digunakan untuk mengetahui nilai sekarang dari jumlah investasi, sedangkan BEP digunakan untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit. Selain itu BEP juga suatu keadaan dimana dalam suatu operasi perusahaan tidak mendapat untung maupun rugi/ impas (penghasilan = total biaya) dan masih mungkin untuk di jalankan dalam suatu bisnis, dan NPV yang lebih kecil dari 0(titik impas) maka bisnis tersebut tidak layak untuk dijalankan.
BEP juga digunakan untuk menganalisa hubungan antara: Revenue/Sales, Cost, Volume & Profit. NPV digunakan untuk menganalisa data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan. NPV Tersedia banyak/lebih dari satu Alternativ pilihan dalam investasi untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. sedangkan BEP hanya ada satu macam barang yang diproduksi atau dijual. Jika lebih dari satu macam maka kombinasi atau komposisi penjualannya (sales mix) akan tetap konstan. Jadi NPV biasanya berupa uang yang akan di investasikan. sedangkan BEP berupa barang atau jasa.
Tugas NPV
Membuktikan nilai NPV sama dengan nilai P yang dicari dengan cash flow dari contoh soal sebagai berikut :
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan untuk membangun industri pengolahan hasil pertanian, diketahui:
Dana investasi: Rp. 35.000.000,‐ dialokasikan selama 2 tahun, yaitu tahun persiapan Rp. 20.000.000,‐ dan tahun pertama Rp. 15.000.000,‐. Kegiatan pabrik dimulai setelah tahun ke‐2 dari pengembangan kontruksi. Jumlah biaya operasi dan pemeliharaan berdasarkan rekapitulasi dari berbagai biaya pada tahun kedua sebesar Rp 5.000.000,‐ per tahun dan untuk tahun-tahun berikutnya seperti pada tabel 1. Benefit dari kegiatan industri ini adalah jumlah produksi dari pengolahan hasil-hasil pertanian. Kegiatan produksi dimulai pada tahun kedua dengan jumlah penghasilan Rp 10.000.000,‐ sedang tahun‐tahun berikutnya seperti terlihat pada tabel 1. Berdasarkan data di atas, apakah rencana pembukaan industri yang mengolah hasil pertanian tersebut layak untuk dikembangkan bila dilihat dari segi NPV dengan diskon faktor sebesar 18%?
Tabel 1. Persiapan Perhitungan NPV
| Tahun | Investasi | Biaya Operasi | Total Cost | Benefit | Net Benefit | D.F. 18% | Present Value |
| 0 | 20.000 | - | 20.000 | - | -20.000 | 1,0000 | -20.000 |
| 1 | 15.000 | - | 15.000 | - | -15.000 | 0,8475 | -12,713 |
| 2 | - | 5.000 | 5.000 | 10.000 | 5.000 | 0,7182 | 3,591 |
| 3 | - | 6.000 | 6.000 | 12.000 | 6.000 | 0,6086 | 3,652 |
| 4 | - | 6.000 | 6.000 | 14.000 | 8.000 | 0,5158 | 4,126 |
| 5 | - | 7.000 | 7.000 | 17.000 | 10.000 | 0,4371 | 4,371 |
| 6 | - | 7.000 | 7.000 | 21.000 | 14.000 | 0,3704 | 5,186 |
| 7 | - | 8.000 | 8.000 | 25.000 | 17.000 | 0,3139 | 5,336 |
| 8 | - | 9.000 | 9.000 | 30.000 | 21.000 | 0,2660 | 5,586 |
| 9 | - | 10.000 | 10.000 | 36.000 | 26.000 | 0,2255 | 5,863 |
| 10 | - | 11.000 | 11.000 | 43.000 | 32.000 | 0,1911 | 6,115 |
| NPV | 11.115,73 | ||||||
Di atas adalah hasil dari NPV. Dibawah ini akan membuktikan dengan cash flow bahwa nilai NPV sama dengan nilai P
Nilai P pengeluaran
P = 20.000 + 15.000 (P/F,18%,1) + 5.000 (P/F,18%,2) + 6000 (P/A,18%,2) (P/F,18%,2) + 7.000 (P/A,18%,2) (P/F,18%,4) + 8.000 (P/F,18%,7) + 9.000 (P/F,18%,8) + 10.000 (P/F,18%,9) + 11.000 (P/F,18%,10)
= 20.000 + (15.000 x 0,8475) + (5.000 x 0,7182) + (6.000 x 1,5656 x 0,7182) + (7.000 x 1,5656 x 0,5158) + (8.000 x 0,3139) + (9.000 x 0,2660) + (10.000 x 0,2255) + (11.000 x 0,1911)
= 20.000 + 12.712,5 + 3591 + 6.746,48352 + 5.652,75536 + 2.511,2 + 2394 + 2255 + 2.102,1
= 57.965,03888

Nilai P penerimaan
P = 10.000 (P/F,18%,2) + 12.000 (P/F,18%,3) + 14.000 (P/F,18%,4) + 17.000 (P/F,18%,5) + 21.000 (P/F,18%,6) + 25.000 (P/F,18%,7) + 30.000 (P/F,18%,8) + 36.000 (P/F,18%,9) + 43.000 (P/F,18%,10)
= (10.000 x 0,7182) + (12.000 x 0,6086) + (14.000 x 0,5158) + (17.000 x 0,4371) + (21.000 x 0,3704) + (25.000 x 0,3139) + (30.000 x 0,2660) + (36.000 x 0,2255) + (43.000 x 0,1911)
= 7.182 + 7.303,2 + 7.221,2 + 7.430,7 + 7.778,4 + 7.847,5 + 7980 + 8118 + 8.217,3
= 69.078,3
Nilai P bersih
P = P penerimaan – P pengeluaran
= 69.078,3 - 57.965,03888
= 11.113,26112
Jadi dari hasil perhitungan di atas, dapat di simpulkan bahwa nilai NPV tidak sama dengan nilai P (present) atau nilai sekarang dengan menggunakan rumus di atas.
Langganan:
Postingan (Atom)
