Sabtu, 17 Desember 2011

Ekonomi Tjinta

ternyata masalah percintaan tidak jauh beda dengan masalah ekonomi. jika dalam ekonomi ada istilah BEP atau break even period, pada masalah percintaan juga ada BEP atau (break even percintaan). jadi pada intinya baik dalam urusan ekonomi atau percintaan jangan ada ruginya.
jangan seperti  salah satu teman saya, panggil saja si bunga. tapi bukan bunga bank kaya yang ada diekonomi loh.. urusan cintanya tidak mengalami BEP, mereka pdkt nya 2 bulan, tapi pacarannya cuma 2 minggu. itu ga BEP kan?? atau bisa dibilang rugi. ya minimal lu harus pacaran 2 bulan supaya BEP.
cerita lainnya, ada yang sudah pacaran selama 2 tahun, berarti sudah ngelewatin BEP nya tuh, berarti sekarang tinggal nunggu PBP (pay back percintaan) nya saja. nah... supaya tau apakah selama pacaran dengan si dia itu kita mengalami kerugian atau keuntunggan.. ya tinggal hitung aja NPV dan IRR nya..
misalnya buat hitung NPV dalam kasus asmara ini, hal yang harus kita hitung adalah selama pacaran dengan si dia, sudah seberapa banyak yang kita keluarkan buat dia, atau cost nya. kita juga harus hitung benefit yang kita dapat selama pacaran dengan dia. setelah di hitung, jika ternyata hasil NPV ini lebih besar dari 1, berarti hubungan itu bisa berlanjut, tapi klo kurang dari 1, mendingan putus aja dehhh.. buat apa pacaran klo bikin kita rugi. iya ga ?
ok selamat menghitung BEP, PBP, NPV dalam percintaan kalian yoo guys.. ^^

Perbedaan PBP dan BEP

Apa sih perbedaan PBP dan BEP.....??????
Payback Periode menunjukkan berapa lama  suatu investasi  akan bisa kembali. Payback periode menunjukkan perbandingan  antara “initial investment” dengan aliran kas tahunan, dengan rumus umum sebagai berikut :
Payback period = Nilai Investasi / Proceed
            Apabila payback periode kurang dari suatu periode yang  telah ditentukan, proyek tersebut diterima, apabila tidak  proyek  tersebut ditolak. Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan nilai investasi melalui penerimaan – penerimaan yang dihasilkan oleh proyek investasi tersebut juga untuk mengukur kecepatan kembalinya dana investasi.
Fungsi PBP adalah :
1) Digunakan untuk mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi dengan resiko yang besar dan sulit.
2) Dapat digunakan untuk menilai dua proyek investasi yang mempunyai rate of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasiyang jangka waktu pengembaliannya cepat.

Break Even point atau BEP adalah suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit.
Rumus Analisis Break Even :
BEP = Total Fixed Cost / (Harga perunit - Variabel Cost Perunit)
Keterangan :
- Fixed cost : biaya tetap yang nilainya cenderung stabil tanpa dipengaruhi unit yang diproduksi.
- Variable cost : biaya variabel yang besar nilainya tergantung pada benyak sedikit jumlah barang yang diproduksi.
Fungsi BEP adalah :
1. alat perencanaan untuk hasilkan laba
2. Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.
3.  Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan
4 . Mengganti system laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti