Perbedaan NPV dengan BEP....
NPV merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan yang telah didiskon dengan social opportuity cost of capital sebagai diskon faktor, atau dengan kata lain merupakan arus kas yang diperkirakan pada masa yang akan datang yang didiskonkan pada saat ini. Untuk menghitung NPV diperlukan data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan biaya pemiliharaanserta periraan manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan. Sedangkan BEP atau titik impas merupakan suatu kondisi dimana besarnya total pendapatan sama dengan total pengeluaran, total pendapatan sama dengan harga dan jumlah produk yang sudah dihasilkan, dan saat total pengeluaran sama dengan biaya tetap.
Dari pengertian-pengertian diatas kita dapat mengetahui bahwa perbedaan NPV dan BEP adalah bahwa pada NVP digunakan untuk mengetahui nilai sekarang dari jumlah investasi, sedangkan BEP digunakan untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit. Selain itu BEP juga suatu keadaan dimana dalam suatu operasi perusahaan tidak mendapat untung maupun rugi/ impas (penghasilan = total biaya) dan masih mungkin untuk di jalankan dalam suatu bisnis, dan NPV yang lebih kecil dari 0(titik impas) maka bisnis tersebut tidak layak untuk dijalankan.
BEP juga digunakan untuk menganalisa hubungan antara: Revenue/Sales, Cost, Volume & Profit. NPV digunakan untuk menganalisa data tentang perkiraan biaya investasi, biaya operasi, dan pemeliharaan serta perkiraan manfaat/benefit dari proyek yang direncanakan. NPV Tersedia banyak/lebih dari satu Alternativ pilihan dalam investasi untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. sedangkan BEP hanya ada satu macam barang yang diproduksi atau dijual. Jika lebih dari satu macam maka kombinasi atau komposisi penjualannya (sales mix) akan tetap konstan. Jadi NPV biasanya berupa uang yang akan di investasikan. sedangkan BEP berupa barang atau jasa.

